PENGERTIAN DAN PERAN TANAMAN PERKEBUNAN
Perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan
nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,
penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan
daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri
dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara
berkelanjutan.
PENGERTIAN PERKEBUNAN
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2004, yang dimaksud dengan perkebunan adalah segala kegiatan yang
mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam
ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman
tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta
manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan
masyarakat.
TANAMAN PERKEBUNAN
Tanaman perkebunan adalah tanaman semusim dan/atau
tanaman tahunan yang karena jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan sebagai
tanaman perkebunan. Dengan demikian
tanaman perkebunan bisa dikelompokkan jadi dua, yaitu tanaman semusim dan
tanaman tahunan. Tanaman semusim adalah jenis tanaman yang hanya dipanen satu
kali dengan siklus hidup satu tahun sekali, contohnya tanaman tebu, kapas dan
tembakau. Sementara tanaman tahunan membutuhkan waktu yang panjang untuk
berproduksi dan bisa menghasilkan sampai puluhan tahun dan bisa dipanen lebih
dari satu kali, misalnya tanaman kelapa sawit, karet, kakao, cengkeh, kopi dan
lada.
PEMANFAATAN TANAMAN PERKEBUNAN
Pemanfaatan Tanaman Perkebunan
– Tanaman tentu memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu untuk
perkebunan. Hasil dari perkebunan tersebut kemudian menjadi komoditi
yang bernilai untuk dijual. Dan perkebunan adalah salah satu mata
pencaharian bagi masyarakat. Umumnya perkebunan seringkali menanam pohon
sawit, teh, berbagai macam buah, tebu dan lain sebagainya.
Tanaman
perkebunan dikelompokkan jadi 2 tanaman semusim dan tanaman tahunan.
Tanaman semusim yaitu merupakan tanaman yang hanya dipanen satu kali
dengan siklus hidup satu tahun sekali, contohnya tanaman tebu,kapas dan
tembakau. Sementara tanaman tahunan membutuhkan waktu yang panjang untuk
berproduksi dan bisa menghasilkan sampai puluhan tahun dan bisa dipanen
lebih dari satu kali, misalnya tan kelapa sawit,karet, kakao, cengkeh,
kopi dan lada.
Sebagai
komoditas tanaman perkebunan memiliki sebutan lain yaitu tanaman
perdagangan dan tan industri, sebutan ini jelas menunjukkan Legitimasi
bahwa ada peluang bisnis dari pengusahaan tanaman perkebunan selain itu
tanaman sub sector perkebunan mempunyai peranan penting dalam
pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat, penerimaan devisa negara , penerimaan tenaga kerja
dll.
Tan
perkebunan mempunyai 2 potensi pasar yaitu pasar dalam negeri dan pasar
luar negeri, pasar dalam negeri tan perkebunan dapat dikonsumsi
langsung oleh masyarakat sebagai bahan baku industri, diolah sebagai
bahan mentah atau bahan jadi makanan ternak dll. Diluar negeri tan
perkebunan dibutujkan untuk konsumsi negara pengimport dan lebih lanjut
sebagai barang ekspor.
Yang harus diperhatikan dalam mengolah perkebunan adalah :
1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (pengorganisasian)
3. Actuating (penggerakan)
4. Controlling (pengawasan/ pengendalian)
Bentuk produksi tan perkebunan
No
|
Jenis tanaman
|
Produksi yang dihasilkan
|
1
|
Kakao
|
Buah,shell dan pulp
|
2
|
Kapas
|
Serat kapas dan biji berserat
|
3
|
Nilam
|
Daun
|
4
|
Tebu
|
Daun, nira dan ampas
|
5
|
Tembakau
|
Daun kering
|
6
|
Cengkah
|
Daun, gagang bunga dan batang
|
7
|
Kayu manis
|
Kulit batang kerina
|
8
|
Karet
|
Getah kering dan kayu
|
9
|
Kelapa
|
Buah, air, daging dan tempurung, sabut,batang dan lidi
|
10
|
Kelapa sawit
|
Buah, daging, biji, tempurung, serat, tandan kosong
|
11
|
Kopi
|
Buah daun dan batang
|
12
|
Lada
|
Buah daun tangkai batang
|
13
|
Pala
|
Biji daging biji tempurung fuli daging buah
|
14
|
Panili
|
Buah
|
15
|
Teh
|
Daun kering
|
16
|
Jahe
|
Rimpang jahe segar jahe kering
|
Merupakan komoditas perkebunan penghasil minyak nabati terbesar kedua
(2) di dunia, Produk hasil olahan yang dihasilkan minyak makan, minyak
industri dan bahan bakar (biodesel) dan saat ini tanaman kelapa sawit
telah menyebar diseluruh penjuru Indonesia.
Merupakan tanaman komoditas industri perkebunan yang paling komersial
dan penting. Terdapat negara-negara produsen kapas dunia antara lain;
China, Amerika Serikat, India, Pakistan, Brazil dan Mesir. Pemanfaatan
bahan baku serat kapas banyak dipergunakan untuk industri tekstil,
industri kertas, dan industri bahan perekat. Tanaman berbentuk semak
atau pohon, dapat tumbuh didaerah beriklim tropis dan subtropis akan
tetapi tumbuh optimal dan dominan dibudidayakan(panduan teknis budidaya
tanaman kapas)didaerah tropis,bisa mencapai ketinggian 3 meter yang
berasal dari negara India.
Tanaman Karet (Hevea brasiliensis).
Merupakan komoditas perkebunan penghasil getah (lateks)terbesar kedua
(2) di dunia dan cukup komersial dan banyak dibudidayakan di Indonesia.
Produk hasil olahan tanaman karet terbesar dibidang industri otomotif
(bahan baku pembuatan ban) dan produk alat kesehatan. Tanaman tumbuh
optimal didaerah Tropis bisa sadap atau diambil getah nya, setelah
memasuki umur tanam 5-7 tahun yang merupakan tanaman asli dari negara
Brazil dan sangat mendunia karena peranan penting (urgent) untuk
dimanfaatkan berbagai jenis keperluan hidup dimasyarakat modern.
Penerapan teknis budidaya karet baik dan benar mulai dari pemilihan klon
bibit unggul dan pemeliharaan menjadi kunci keberhasilan pembudidayan. Dst